Snopp hobbies is reading, playing
game, swimming, watching good movie, listening music, traveling and do new
things. So when there’s always a time snopp
do all of those things she get a better mood ;)
Reading is one of snopp hobbies,
sejak kecil dia mengetahui bahwa buku merupakan jendela dunia dan apa pun bisa
dibaca oleh snopp, kembali lagi ke mood snopp ^.^ Dalam sehari snopp mampu
membaca 3-4 novel bahkan sebelum tidur wajib untuk membaca satu novel.
Kemanapun Snopp pergi selalu ada buku didalam tasnya. Tebal atau tipis tidak
pernah menjadi masalah minimal ada satu buku didalam tas Snoop.
Tetapi snopp juga senang bermain,
jadi snopp berusaha menyeimbangkan antara bermain dan belajar. Snopp tau jika
dia belajar dia bisa mendapatkan nilai yang bagus karena dia tidaklah
bodoh-bodoh sekali, snopp berpikir dengan cara yang berbeda dari yang lainnya.
Sejak kecil snopp selalu menikmati berada di gereja, dia selalu merasa nyaman
berada di rumah Tuhan. Memiliki orang tua yang cukup straight dalam hal
pelajaran seringkali membuat Snopp mencuri – curi untuk menonton serial tv
secara diam-diam. Hari minggu pagi Snopp bisa bangun pagi hanya untuk menonton
serial tv favoritenya ketika semua orang didalam rumah masih terlelap dalam
mimpi. Kecintaan Snoop akan film memang sudah tertanam semenjak kecil. Bahkan
Snopp dapat tidur hingga larut malam demi menonton serial tv yang dia sukai.
Ketika beranjak masa remaja Snopp mulai mendengarkan pop music, kala itu
boyband yang sedang beranjak naik daun. Seperti halnya remaja normal Snopp pun
mulai mengkoleksi kaset boyband favoritenya. Seiringan dengan waktu selera
music Snopp mulai bervariasi dari pop – house music – electric – RnB –
RocknRoll – Jazz – Intrumental – Classical – Religi. Genre yang bervariasi
tersebut membuat Snopp menghargai music karena music merupakan salah satu
bahasa Universal yang bisa dimengerti semua kalangan. Ada dua genre yang hingga
saat ini Snopp tidak suka yaitu dangdut dan bollywood. Entah mengapa Snopp
tidak pernah suka, ada kalanya dia mencoba mendengarkan kedua genre tersebut,
rupanya memang tidak sesuai dengan telinga Snopp hingga Snopp pun berhenti
mencoba untuk menyukai kedua genre tersebut.
Snopp mulai belajar renang dari
salah seorang tetangganya yang merupakan seorang pramugari. Cita – cita Snopp
ketika masih kecil ingin menjadi pramugari alasannya sangatlah sederhana karena
ingin bisa melihat dunia dan jalan – jalan gratis. Tetapi belajar renang
tidaklah mudah terutama Snopp memiliki trauma pernah tenggelam di tengah laut
ketika dia mengikuti sang kakek muket di laut ketika snopp masih kecil. Hingga
saat ini Snopp masih mengingat rasa tenggelam itu, seakan – akan ada sebuah
tangan yang menarik kaki Snopp semakin dalam, Snopp berusaha untuk meraih
permukaan air tetapi tidak dapat sehingga akhirnya Snopp ditolong oleh
kakeknya. Peristiwa tersebut membekas dalam benak Snopp, rasa air asin didalam
mulut yang tertelan, rasa takut tidak dapat muncul ke permukaan, kegelapan yang
mengikuti, tidak dapat menghirup udara. Snopp berusaha untuk mengatasi rasa
panic tersebut. Pelan – pelan Snopp mulai bisa berenang dan sekarang menjadi
olahraga favorite Snopp. Snopp selalu menyukai air. Awal Januari Snopp
mengikuti kegiatan freedive, awal mulanya karena Snopp tidak mengetahui apa itu
freedive, perkiraan awal Snopp menyelam gratis kali ya. Tetapi definisi freedive
rupanya berbeda dengan yang ada dibenak Snopp.
Freedive merupakan salah satu
olahraga extreme yang dapat membahayakan tubuh jika tidak dilatih dengan benar dan harus selalu waspada.
Definisi freedive rupanya menyelam tanpa bantuan alat tabung dengan satu kali
tarikan nafas hingga ke kedalaman yang tubuh kita dapat tempuh.Olahraga baru
ini menarik minat Snopp, dia sangat terkesan dengan para pelatih freedive,
mereka mampu bertahan selama 6 menit di dalam air tanpa bernafas dan menyelam
hingga ke kedalaman 16 meter. Jika tidak melihat dengan mata sendiri Snopp
mungkin tidak akan percaya. Butuh extra kesabaran dan ketenangan serta banyak
latihan untuk freedive. Motto freediver ‘never dive alone’ bukan hanya sebagai
keren-kerenan saja, tetapi memang dilarang untuk menyelam sendirian.
We’ll see along the way
No comments:
Post a Comment